Kritik pedas dilontarkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terhadap kinerja pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam pidato saat pembukaan Rakernas PDIP di Sentul International Convention Centre (SICC) Bogor, JawaBarat, Rabu (4/8).
Di hadapan 4.300 Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari 33 Provinsi yang tersebar di Indonesia mengikuti Rakernas, Mega menyebutkan beberapa kebijakan pemerintah SBY yang ia nilai kacau balau.
Misalnya, soal kebijakan yang tidak perlu menjadi wacana, yaitu penggunaan senjata api oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Menurut dia, senjata itu seharusnya dipergunakan untuk instansi yang terkait, seperti TNI dan Polri.
Persoalan lain adalah, sosialisasi tentang penggunaan tabung gas elpiji 3 kilo gram kepada masyarakat di Indonesia yang belum juga maksimal. Akibatnya, di beberapa daerah sering terjadi ledakan gas yang mengakibatkan korban jiwa dan materi.
"Jadi kami menilai, kebijakan pemerintahan republik ini kacau balau. Satu untuk semua, semua untuk satu itulah roh ideologi," kata Mega dihadapan ribuan Rakornas.
Menurut Megawati, ketidakmampuan menyelesaikan persoalan gas 3 kilogram yang sering meledak menunjukkan pemerintah tak bisa mengurus rakyat. "Ngurus gas 3 kilogram saja kok susah banget," kata Megawati dalam pidato politiknya.
Usai memberi sambutan, Mega langsung memberikan penghargaan kepada kader yang berprestasi, diantaranya kepada Pramono Anum dan Rudi Harsa Tanaya(tribunpekanbaru).